![]() |
| Sabar Hadapi Kemarahan Istri, Laki-laki Shalih Ini Mendapatkan Keajaiban. Subhanallah.... |
Suatu hari di bulan Ramadhan, ia tengah duduk di depen meja makan. Menu berbuka telah rapi di hadapannya. Sembari merapal dzikir dan menyebut nama-nama Allah Ta’ala, laki-laki ini terlihat sangat menikmati berlalunya masa demi masa.
Hingga, pintu rumah diketuk. Sang laki-laki bangkit. Membuka pintu.
Dengan gegas, ia kembali ke meja makan. Semua hidangan yang tersedia diambil, untuk diserahkan kepada tamunya itu. Seorang pengemis.
Berselang jenak, istri si laki-laki datang ke meja makan. Ia marah besar. Makanan habis. Tiada satu pun sisa. Semua diberikan. Ia marah-marah. Semua kekesalan ditumpahkan kepada suaminya itu.
“Semua orang kelaparan! Engkau malah memberikan semua makanan kepada pengemis.” umpat si istri.
Tepat beberapa saat sebelum waktu Maghrib tiba, pintu rumah si laki-laki kembali diketuk. Ia berjalan santai, beriring dzikir yang senantiasa membasahi lisan dan hatinya.
Baca Juga : Wahai Para Suami... Saat Pulang, Peluklah Istrimu, Pandanglah Wajahnya Yang Lelah Dan Tidak Secantik Dulu Waktu Pertama Kali Kau Lihat
Tatkala dibuka, terlihatlah sosok-sosok kekar membawa aneka makanan. Orang-orang itu meminta izin masuk, lalu meletakkan semua bawaan di meja makan si laki-laki.
Ia hanya diam, sampai ada keterangan.
Kisahnya, sore itu sang Gubernur mengundang staf-stafnya untuk berbuka puasa bersama. Namun, tiada satu pun yang hadir. Sang Gubernur marah besar. Ia memerintahkan kepada prajuritnya agar memberikan makanan kepada si laki-laki.
Lepas mengetahui kronologis kejadiannya, si laki-laki berkata kepada istrinya, “Wahai istriku, perbuatan Allah Ta’ala jauh lebih indah.”
***
Teruslah memberi. Inilah sifat yang amat mulia. Semua yang diberikan di jalan kebaikan pasti mendapatkan balasan, di dunia dan akhirat.
Laki-laki shalih dalam kisah ini adalah Syaikh Salim Masuty. Sedangkan Gubernur yang dimaksud ialah Said Pasha.
Mudah-mudahan kita tersengat dan terinspirasi untuk senantiasa memberikan yang terbaik karena Allah Ta’ala. Aamiin.
sumber : berdakwah-media.blogspot.co.id

Tidak ada komentar:
Posting Komentar